Asuransi Penyakit Kritis Syariah Terbaik Print
Written by Administrator   
Tuesday, 30 April 2013 12:48

Dalam perencanaan keuangan, Asuransi Penyakit Kritis adalah asuransi Terpenting setelah Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa Syariah. Anda wajib memiliki 3 asuransi pokok. Asuransi Kesehatan, Asuransi Penyakit Kritis dan Asuransi Jiwa. Inilah yang menyokong secara kuat pilar ekonomi anda sekeluarga.

Sesuai dengan definisinya, asuransi penyakit kritis hanya memberikan manfaat Uang Pertanggungan (UP) pada nasabah jika sudah terjadi penyakit kritis. Biasanya asuransi penyakit kritis memiliki persyaratan khusus sebelum kita bisa melakukan klaim. Maka kita perlu jeli saat membeli asuransi penyakit kritis agar tahu betul persyaratan klaim ini.

Definisi penyakit kritis pun perlu kita pahami. Diabetes bukan penyakit kritis. Gagal ginjal - yang sering menjadi bagian dari komplikasi diabetes – yang didefinisikan polis asuransi sebagai penyakit kritis. Biasanya ada 4 jenis kondisi sakit yang paling sering menjadi perhatian nasabah, yaitu stroke, jantung, kanker dan gagal ginjal. Jadi penyakit kritis ini sendiri pun memiliki arti penyakit yang sudah irreversible, tidak dapat kembali ke keadaan semula. Maka kebanyakan asuransi penyakit kritis baru dapat membayarkan klaim saat kondisi sakit lanjut.

Fungsi asuransi penyakit kritis biasanya bukan untuk berobat – lebih untuk membantu keuangan keluarga. Padahal saat terkena penyakit kritis, kita sangat membutuhkan dana di tahap awal. Maka saat ini sudah mulai banyak produk semacam asuransi penyakit kritis yang disebut early stage coverage. Asuransi ini tidak bisa digunakan seperti asuransi kesehatan. Asuransi ini akan membayarkan klaim dengan bentuk Uang Pertanggungan.

Asuransi yang memberikan perawatan selama Terkena penyakit kritis adalah asuransi Kesehatan baik dalam bentuk Individu, Perusahaan atau gabungan dengan Asuransi Jiwa / Unit Link yang semuanya disesuaikan dengan proyeksi masa depan anda yang di harapkan.

Ambil contoh jika terkena kanker. Pada kanker stadium awal, biaya perawatan dan berobat bisa kita jabarkan sebagai berikut. Yang pertama adalah biaya operasi – untuk kelas rumah sakit pemerintah, biaya operasi ini sekitar Rp 25juta. Untuk paket Kemoterapi 6 x Rp 6juta, maka satu paket Kemo adalah sekitar Rp 36 juta. Selanjutnya Radioterapi Rp 35juta. Ditambah lagi diagnostik menggunakan MRI dan biopsi antara Rp4juta hingga Rp8juta.Artinya untuk diagnosa awal hingga berobat untuk penderita kanker stadium awal, biaya yang dibutuhkan adalah antara Rp4juta hingga Rp120juta.

Asuransi jenis early stage coverage biasanya di-design untuk bisa membayarkan paling antara 10%-30% dari Uang Pertanggungan. Jadi dengan Asuransi dengan Uang Pertanggungan Rp100juta, setelah diagnosa positif kanker, kita bisa melakukan klaim hingga Rp30juta – dan ini bisa digunakan untuk berobat awal.

Pengalaman saya menjual asuransi Penyakit kritis / Crisis Cover / Dread Deases dll, pada produk Axa life, Prudential Life, Ace Life dan Allianz, membuat saya mampu memberikan rekomendasi yang terbaik kepada anda. Sebaiknya anda mengambil asuransi yang mengcover Penyakit Kritis "Early Stage Coverage" yaitu Asuransi Penyakit Kritisnya Allianz, Karena benefitnya Jauh lebih bermanfaat.

  1. Early Stage Coverage
  2. Tidak mengurangi Uang Pertanggungan Jiwa
  3. Tidak ada masa tunggu atas Penyakit kritis
  4. Masa tunggu polis hanya 4 bulan (lainnya umumnya 1 tahun)
  5. 49 jenis penyakit
  6. Kehilangan panca Indra karena Penyakit
  7. Syariah
  8. dll

Jadi Pilihan terbaik dan solusi terbaik adalah Asuransi Penyakit Kritis Syariah dari Allianz Life Syariah

Last Updated on Monday, 13 May 2013 19:06