Home Syariah Bijaksana Dana Darurat, Penyelamat Di Saat Genting
Dana Darurat, Penyelamat Di Saat Genting Print E-mail

celenganSalah satu kaidah penting dalam perencanaan keuangan pribadi atau keluarga adalah pentingnya memiliki Dana Darurat. Bila dalam perlindungan sosial atau social security, ada istilah Jaring Pengaman Sosial atau Social Safety Net, maka untuk kebutuhan Anda pribadi dan keluarga ada istilah Dana Darurat.

Umumnya, Dana Darurat akan bermanfaat saat Anda tanpa disangka-sangka, secara mendadak membutuhkan dana. Dana Darurat akan memberikan proteksi dasar yang dibutuhkan, agar Anda dan kebutuhan akan uang yang sangat mendadak ini tidak akan menciptakan masalah bagi lingkungan terdekat Anda, seperti saudara kandung, orang tua, ipar, teman, dll.

Dana Darurat dibutuhkan karena :celengan

  1. Anda tidak akan pernah tahu kapan membutuhkannya, padahal saat itu Anda perlu dana tunai segera atau Anda perlu dana untuk 3 – 6 bulan ke depan untuk memastikan rumah tangga tetap berjalan normal akibat terganggunya penghasilan rutin bulanan kita;
  2. Di saat membutuhkan, Anda tidak akan punya waktu lagi untuk mengumpulkan uang;
  3. Saat keperluan tersebut muncul tanpa diduga, itulah moment of truth, Anda dapat merasa tenang dan yakin bahwa keadaan tidaklah seburuk yang terlihat atau terasa.  Karena di saat darurat itulah Dana Darurat tersebut menjadi penyelamat;
  4. Dana Darurat akan memiliki nilai dan makna jauh lebih besar, bahkan mungkin lebih tinggi dari emas pada saat genting tersebut, karena dana tersebut ada dan siap untuk menjadi penyelamat Anda;
  5. Anda bisa jadi terselamatkan dari jeratan para lintah darat atau rumah pinjaman, yang seharusnya bisa Anda hindari bila Anda memiliki Dana Darurat;
  6. Pasangan Anda pasti tidak akan pernah melupakan kejadian ini, dimana Anda menyelamatkan dia atau bisa jadi rumah tangga Anda dengan Dana Darurat Anda.  Karenanya, pasti dia akan semakin mencintai Anda setelah ini.

Bila Anda belum memiliki sama sekali, saran saya mulailah saat ini juga. Jangan ditunda lagi, karena hal ini seharusnya sudah Anda lakukan 3, atau 10 tahun lalu, atau saat Anda pertama kali menerima gaji / keuntungan usaha Anda.

Caranya mudah saja, biasakan dengan menyisihkan 5 - 10% dari penghasilan bulanan Anda.  Idealnya, jumlah Dana Darurat itu diusahakan selalu berada pada jumlah yang setara dengan 3 – 6 bulan penghasilan bulanan Anda. Sehingga, bila Dana Darurat tersebut dibutuhkan untuk sebagai pengganti penghasilan bulanan selama Anda mencari pekerjaan baru, Anda sudah siap.

Jangan lupa, simpanlah di tempat yang sulit untuk dijangkau dari kegiatan sehari-hari. Contohnya: bisa dalam bentuk tabungan di bank, tapi jangan sediakan fasilitas kartu ATM, atau Reksadana Pasar Uang karena tingkat resiko yang rendah sehingga cukup aman dan tidak ada biaya untuk setoran ataupun penarikan. Bila tabungan Anda memiliki fasilitas sejenis standing instruction atau automatic investment account, manfaatkanlah.

Semoga membantu.

 


 Di tulis oleh Kamarul Mochtar pada tanggal 22 Agustus 2011 di bagian Perencanaan Keuangan
Kamarul Mochtar - Merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Indonesia tahun 1996, Kamarul Zaman adalah Manajer Pengembangan Bisnis di Bancassurance & Alternative Distribution Allianz Life Indonesia sejak February 2008. Berpengalaman lebih dari 12 tahun di industri asuransi bidang Employee Benefits, Komunikasi Perusahaan, Distribusi Alternatif serta sebagai Perencana Keuangan Independen. Merupakan Profesional FLMI, ACS dan AIAA dalam asuransi jiwa dari Fellow Life Management Institute serta Certified Financial Planner sejak tahun 2007. Disamping itu, juga sedang dalam proses menjadi Certified Wealth Manager Program di Certified Wealth Manager Association Indonesia.

Suber: 1Saran.com

 

Sponsor Anda

Contact now

Our Services


www.yoursite.com
Asuransi Syariah Indonesia Terbaik