Home Syariah Bijaksana Masalah Klasik Kartu Kredit
Masalah Klasik Kartu Kredit Print E-mail

“Hari gini ‘gak punya kartu kredit??”  Pastilah ini komentar yang akan kita dapatkan disertai tatapan aneh lawan bicara kita.  Anda tentu tahu pernyataannya apa.  Di masa sekarang ini, iklan masa lalu sebuah kartu kredit mancanegara “don’t leave home without it”, benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita. 

Masalah Klasik Kartu KreditMungkin, lebih dari 90% pembaca artikel ini, berapapun gajinya ataupun statusnya, setidaknya memiliki satu buah kartu kredit.  Sepertinya, kartu kredit sudah ibarat seperti KTP ataupun SIM, yang harus selalu ada dalam dompet kita. 

Memang pada awal perkenalan kartu kredit di Indonesia, banyak diantara masyarakat kita yang masih enggan memiliki.  Bahkan, kerabat penulis sendiri, dulu dengan tegas menolak berkartu kredit, karena pantang berhutang katanya.  Selain itu, pihak penerbitpun masih selektif meloloskan aplikasi. 

Namun seiring perjalanan waktu, meningkatnya konsumerisme dan kebutuhan serta menurunnya nilai uang, atau mungkin hanya gengsi, kartu kredit kini menjadi pendamping setianya sehari-hari.  Pihak penerbitpun acap melonggarkan seleksi aplikasi.

Memiliki dan menggunakan kartu kredit adalah sah-sah saja.  Bahkan sangat mendukung aktifitas kita.  Berbagai kegiatan yang dulu terbatas pada jumlah tunai yang kita miliki, kini tidak ada lagi.  Repotnya kalau pemegang kartu kredit tidak dapat mengelola dengan baik penggunaan kartunya hingga hubungan dengan penerbit kartu harus berakhir dengan tidak sehat.

Untuk itu, berikut ini ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi masukan dalam rangka pengelolaan penggunaan kartu kredit.  Mungkin ini lebih sebagai penyegaran saja bagi pengguna lama kartu kredit.  Namun bagi pengguna baru, semoga ini dapat menjadi acuan agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

  1. Hindari membayar hanya sejumlah batas pembayaran minimum.  Karena perbedaan total bunga yang harus Anda bayarkan cukup signifikan.  Dengan membayar lebih Rp 100,000 saja setiap bulannya, total akhir bunga berkurang banyak sekali.
     
  2. Batasi total penggunaan kartu kredit sesuai anggaran belanja yang sudah Anda tentukan sebelumnya.  Ini semata-mata untuk menghindari godaan belanja diluar anggaran bulanan.
     
  3. Sedapat mungkin, gunakan kartu kredit untuk pembelanjaan barang-barang yang memiliki jangka waktu pemakaian cukup lama, seperti sandang, buku, suku cadang mobil, barang elektronik, dll.  Ingatlah bahwa Anda membayar bunga membelinya.  Jadi seperti halnya kredit rumah, Anda mencicil selagi menikmatinya.
     
  4. Perhatikan program-program dari penerbit kartu kredit yang memberi potongan harga.  Kenapa tidak?  Anda juga mengeluarkan biaya untuk menjadi anggota kartu kredit.  Dan program yang diadakan penerbit kartu kredit merupakan nilai lebih yang mereka tawarkan kepada para anggotanya.  Bila penerbit kartu kredit Anda tidak pernah mengadakan program eksklusif bagi anggotanya, maka mungkin sudah saatnya Anda melirik penerbit lainnya.
     
  5. Sedapatnya, milikilah hanya 2 kartu kredit.  Pertama, kartu kredit yang diterbitkan oleh bank lokal.  Cobalah perhatikan penawaran penerbit kartu dengan bunga terendah.  Anda leluasa menggunakannya di dalam negeri.  Sebagai bahan pertimbangan, pilihlah penerbit kartu kredit dengan pusat pelayanan kartu kredit yang cukup banyak terdapat di seantero nusantara.  Kedua, yang diterbitkan oleh bank asing.  Khususnya bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, hal ini akan sangat mempermudah pelayanan terhadap Anda saat di luar negeri.  Tentunya ini disebabkan kebesaran nama bank asing tersebut.  Bunganya memang lebih tinggi, namun kenyamanan kegiatan perjalanan Anda akan lebih berharga. Jangan mengkhawatirkan masalah batas kredit yang diberikan bagi Anda.  Penerbit kartu kredit memiliki ahli analis kredit, yang pasti memahami kemampuan financial Anda.  Karenanya, jagalah prestasi kredit Anda. 
     
  6. Jangan ragu-ragu untuk memanfaatkan alternatif transfer saldo ke penerbit kartu kredit lain untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah.  Biasanya bunga rendah ini berlaku untuk jangka waktu tertentu, namun demikian Anda akan menghemat biaya bunga.  Jangan lupa, pembelanjaan normal akan tetap menggunakan tingkat bunga yang ditetapkan penerbit kartu kredit.  Bila ada penawaran tingkat bunga yang lebih aduhai lagi, jangan sungkan untuk menanyakan kepada petugas penerbit kartu kredit tersebut.
     
  7. Bila memungkinkan, gunakan kartu kredit Anda untuk membayarkan tiket perjalanan Anda, karena pihak penerbit kartu biasanya langsung mengasuransikan pemegang kartu.  Asuransi perjalanan juga merupakan fasilitas yang terkadang diberikan.

Bila Anda pada akhirnya memiliki masalah dengan pembayaran tagihan kartu kredit, maka,

  1. Hentikan penggunaan atau setidaknya batasi dengan hanya menggunakan satu kartu kredit saja.  Tentu saja, pilih yang berbunga terendah. 
     
  2. Untuk kartu yang Anda hentikan penggunaannya, pindahkan saldo kredit Anda ke penerbit kartu yang menawarkan transfer saldo dengan bunga terendah.  Usahakan tetap membayar diatas batas pembayaran minimum.  Rajin-rajinlah mencari alternatif baru yang memberi bunga lebih ekonomis.
     
  3. Bila pembayaran minimumpun merupakan masalah bagi Anda, segeralah konsultasikan masalahnya kepada pihak penerbit kartu kredit yang Anda hentikan penggunaannya.  Untuk menghindari biaya tahunan dan perhitungan bunga maka Anda sebaiknya membatalkan kartu kredit Anda.  Ingatlah bahwa penyelesaian dengan pihak penerbit kartu merupakan kepentingan keduabelah pihak, karenanya kerjasama amat dibutuhkan. 

Semoga bermanfaat !!


Di tulis oleh Kamarul Mochtar pada tanggal 27 Juni 2011 di bagian Perencanaan Keuangan
Kamarul Mochtar - Merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Indonesia tahun 1996, Kamarul Zaman adalah Manajer Pengembangan Bisnis di Bancassurance & Alternative Distribution Allianz Life Indonesia sejak February 2008. Berpengalaman lebih dari 12 tahun di industri asuransi bidang Employee Benefits, Komunikasi Perusahaan, Distribusi Alternatif serta sebagai Perencana Keuangan Independen. Merupakan Profesional FLMI, ACS dan AIAA dalam asuransi jiwa dari Fellow Life Management Institute serta Certified Financial Planner sejak tahun 2007. Disamping itu, juga sedang dalam proses menjadi Certified Wealth Manager Program di Certified Wealth Manager Association Indonesia.
sumber: 1saran.com
 

Sponsor Anda

Contact now

Our Services


www.yoursite.com
Asuransi Syariah Indonesia Terbaik